TKN Sebut Prabowo-Sandi Lakukan Politik Daur Ulang

TKN Sebut Prabowo-Sandi Lakukan Politik Daur Ulang

https://liga388.com/

JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengomentari serangan yang langsung ditunjukan kepada calon bertahan adalah sebuah pengulangan politik yang fitnah. Di mana kejadian itu sudah pernah terjadi pada Pilpres 2014 lalu. Semua hal itu disebutnya sebagai praktik politik daur ulang (PPDU).
“Dari isu tersebut, fitnah yang langsung ditunjukkan kepada Pak Jokowi tersebut merupakan substansinya yang tidak terlalu berbeda jauh dengan Tabloid Obor Rakyat yang berperan sebagai induk semangnya dari serangant fitnah itu. Fitnah yang ditunjukkan langsung itu kepada Pak Jokowi dan Kyai Maruf Amin juga telah memiliki nilai yang tumpul, dengan begitu terlahirlah politik daur ulang. Maka sebaiknya cari-carilah dokumen digital yang berguna untuk membangun persepsi banyak dukungan.” ucap sekretaris TKN Hasto Kristiyanto dalam pers yang diadakannya pada hari Jumat 1 Februari 2019.
Namun sekjen PDI Perjuangan tersebut mengigatkan kembali, bahwa untuk paslon Jokowi-Ma’ruf Amin, semua dukungan itu berasal dari rakyat. Jadi ini bukanlah sebuah dukungan yang manipulatif sehingga Jusuf Kalla yang sekarang ini sedang menduduki kursi ketua Dewan Pembina Tim Kampanye 01 juga ikut diklaim bahwa telah memberikan dukungan ke mereka hanya gara-gara sebuah foto.
https://liga388.com/daftar-2/
“Ini kan dukungan manipulatif namanya,” ujar Hasto Kristiyanto.
Sekretaris TKN itu juga menambahkan, apa yang telah dilakukan oleh Tim Kampanye dari Prabowo-Sandi semua itu tidak akan pernah berhasil dan akan mendapatkan hasil yang nihil. Hal ini dikarenakan mereka sama sekali tidak berkaca atas kegagalan dari Obor Rakyat pada tahun 2014 lalu.
“Menjadi seorang calon Bupati saja tidaklah mudah, harus mengedepankan prestasi dan harus mempunyai rekam jejak yang baik; rekam jejak keluarganya juga dan yang paling penting adalah prestasi dalam kariernya itu apakah mulis atau telah pernah diberhentikan pada pertengahan jalan; apakah retrorika atau kerja; visi misinya dan lain sebagainya.” tegas Hasto Kristiyanto.
“itu semua untuk kepala daerah, namun sekarang ini yang menjadi masalah adalah menduduki kursi presiden. Maka sudah tidak heran lagi. jika dengan menggunakan strategi menyerang dan miskin akan peradaban tersebut, hasilnya elektabilitas dari Prabowo-Sandi selalu berada pada rata-rata 25.4% sampai dengan 34.6% atau telah ketinggalan paling-paling tida 22% dibawah Jokowi-KH Maruf Amin lah”. tambahnya.
Hasto Kristiyanto sangat berharap agar sisa waktu pada kampenye ini dapat diisi dengan kontensasi gagasan.” Semoga saja gagasan itu berisi dengan keterkaitan kebijakan fiskal, pangan, energi, dan juga peningkatan SDM. Namun jangan lupa juga akselerasi penguasaan teknologi, kebijakan industri manufaktur dan lain sebaginya. Yang paling penting sih program kesehatan dan road map yang menjadi bangsa pelopor seharusnya bisa menjadi sebuah issue yang jauh lebih menarik lagi untuk disampaikan pada publik, daripada harus memproduksi konten-konten serangan yang bersifat negatif, ataupun politik daur ulang dengan cara memanipulasikan dukungan tokoh,” tutupnya pada pers.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here