Masyarakat Terdampak Gempa Palu Mulai Coba Jarah Uang di ATM

Gempa Palu

Pandangan hawa menunjukkan satu jembatan roboh selesai dirundung gempa serta tsunami Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). Jumlahnya korban meninggal karena gempa serta tsunami Palu serta Donggala jadi 832. (JEWEL SAMAD/AFP)

Keadaan serba hanya terbatas di dalam bencana gempa di Kota Palu, Sulawesi Tengah, malah digunakan segelintir masyarakatnya untuk melakukan perbuatan kejahatan. Sebagian orang itu mulai coba menjarah barang bernilai diluar sembako atau keperluan inti.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyampaikan, sekurang-kurangnya ada seputar lima kali eksperimen penjarahan uang di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Kota Palu. Mujur usaha itu bisa dihindari aparat kepolisian.

“Dari lima kali eksperimen ambil uang dengan paksa dari ATM di Kota Palu, semuanya bisa digagalkan polisi,” tutur Setyo, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Usaha pembobolan ATM di beberapa lokasi Palu itu, kata Setyo, berlangsung di empat tempat terpisah, yakni dua ATM di Jalan Touwa, ATM di Jalan S Parman, ATM di Kampus Islam Al Khaerat, serta ATM di SPBU Jalan Diponegoro.

“Waktu usaha penjarahan ATM di Jalan S Parman, pelakunya dapat tertangkap. Sedang penjarah tiga tempat ATM yang lain melarikan diri,” tuturnya.

Ada empat orang yang ditangkap waktu coba membobol ATM di Jalan S Parman, satu salah satunya masih tetap dibawah usia. Keempatnya yaitu Azwan (30), R (17), Zulkarnaen (25), serta Faisal (36). Mereka sekarang ditahan di Polda Sulawesi Tengah.

Toko Hp sampai Transmart
Bukan itu saja, Setyo juga mengakui mendapatkan laporan terdapatnya beberapa eksperimen penjarahan di sejumlah toko hp serta pusat belanja Transmart. Beberapa usaha penjarahan itu juga sukses digagalkan petugas kepolisian.

“Barusan pagi saya bisa laporan ada yang coba menjarah toko handphone lalu bisa diprediksi. Lalu saya juga memperoleh Transmart disana coba dimasuki oleh beberapa orang yang tidak bertanggungjawab tetapi dapat dikendalikan oleh Polri,” kata Setyo.

Jenderal bintang dua itu juga minta semua penduduk ikut mengawasi ketertiban dan keamanan di Kota Palu serta Kabupaten Donggala. Karena tiada pertolongan penduduk, Polri kesusahan membuat keadaan yang tertib dan aman.

Tidak hanya lakukan pengusutan pada beberapa aktor, polisi akan menyelidik pendapat terdapatnya provokator dibalik tindakan penjarahan itu.

“Rekan-rekan intelijen juga bakal lakukan penyelidikan selanjutnya,” kata Setyo.

Untuk menahan aksi-aksi kejahatan dengan manfaatkan momen bencana, Polri menyiagakan personelnya di sejumlah titik Kota Palu. Polri akan selalu meningkatkan jumlahnya personelnya untuk mengawasi keamanan serta dalam rencana operasi kemanusaiaan pascabencana gempa bumi serta tsunami.

“Personil dari Polda tetangga, Mabes Polri, Brimob Kelapa Dua kita sediakan. Untuk perlakuan kemanusiaan serta rehabilitasi lalu identifikasi korban dari team DVI,” Setyo menandaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here