Masakan Rumahan Khas Bangka Yang Terasa Lezat dan Kaya Akan Rempah

Kuliner Belitung

Perpaduan antara bumbu dan makanan laut yang melimpah merupakan sebuah kekayaan kuliner yang ada di Pulau Belitung dan bahkan dapat memanjakan lidah bagi para kuliner yang bepergian ke Negara Timah. Tentu saja Belitung terdapat makan khas yang dikatakan kaya akan rempah.

Mencoba untuk menyantap makanan rumahan yang bergaya pulau di bagian selatan Sumatera adalah pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan. Apalagi jika Anda punya waktu untuk merasakan tradisi makan bedulang yang dapat anda temukan di Pulau Bangka. Pada kesempatan berkunjung ke Belitung, KORAN SINDO juga mendapatkan sebuah kesempatan untuk mengalami bagaimana Belitung tidak hanya memiliki pesona wisatanya saja, akan tetapi juga memiliki bermacam kuliner dan budaya makan yang cukup menarik sekali.

Seperti bedulang atau juga dikenal sebagai nganggung dulang, yang telah diturunkan turun-temurun sebagai prosesi makan bersama. Dalam berdulang biasanya terdiri dari empat orang yang duduk bersila saling berhadapan di sekitar tempat yang sudah diisikan makanan yang siap untuk di santap.

Khas Bangka

Menggunakan dulang yang ditutup dengan tudung saji yang berwarna merah dan memiliki motif. Nah, biasanya berisi nasi, lauk khas Belitung, buah-buahan, dan aneka kue. Ada makna filosofis khusus dalam budaya makan ini, orang tua mengajarkan kepada anak-anak muda tentang etika, kebersamaan dan juga toleransi.

Hingga saat ini, bedulang masih sering dilakukan oleh masyarakat Belitung, tetapi bagi wisatawan yang berkunjung ke Belitung bisa mencoba untuk merasakan sensasi makan bedulang yang ada di pulau Bangka ini. Ada etika khusus dalam bedulang, yaitu saat makan, anggota keluarga termuda mengambil piring untuk anggota keluarga yang lebih tua. Selain dari usia, faktor status sosial juga menjadi tolok ukur.

Anggota keluarga yang lebih muda juga ditugaskan mengambil lauk untuk anggota keluarga yang lebih tua. Anggota keluarga yang lebih tua diberikan urutan giliran sebelumnya kepada yang termuda. Terlepas dari filosofinya, yang menarik untuk diceritakan adalah bahwa hidangan khas Belitung tidak dapat ditemukan di Jakarta.

Seperti menu ikan gangan, dalam bentuk sup ikan dengan saus kuning, bahan khusus menggunakan potongan nanas. Rasanya segar dan tentunya manis daging ikan tersebut, hidangan tersebut juga akan dinikmati selagi panas. Sausnya juga dibumbui rempah-rempah yang ada sehingga bau amis dari ikan tersebut tidak akan tercium sama sekali. Lauk lain yang berkontribusi pada nafsu makan adalah ikan bulus dengan didampingi oleh cabai mentah.

Kaya Akan Rempah

Rasa dari ikan tersebut sangatlah renyah sekali dan terasa seperti dibungkus oleh tepung. Namun sebenarnya sama sekali tidak di bungkus oleh tepung, selain itu ikan memiliki ukuran lebih besar dari ikan teri biasa. Diikuti oleh hidangan lainnya, ada lauk ikan pucat kucai yang dimasak khusus karena pati yang akan dipanggang terlebih dahulu.

Uniknya dari lauk ini adalah bumbu kucainya yang akan memberikan rasa khas yang hanya dapat ditemukan di Belitung. Menambahkan aneka lauk, di nampan ada juga disediakan bumbu ketumbar ayam. Bukan hanya sekedar rempah-rempah biasa saja, bumbu ketumbar ayam ini yang akan membuat ketagihan, tetapi di dalamnya juga ada sepotong nanas yang memperkaya rasanya.

Selain itu, terdapat juga bayam dan pisang serta beberapa jenis kue, termasuk otak-otak khas Belitung yang terasa berbeda karena campurannya lebih dominan pada campuran ikan. Tentu saja makanan seperti ini sangat jarang sekali dapat dinikmati. Pariwisata di Pulau Belitung sedang naik daun karena tempat ini akan segera menjadi UNESCO World Geopark. Saat berkunjung di Pulau Bangka ini, anda harus mencoba untuk mencicipi budaya khas makanan Belitung (Bedulang) ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here