KPU Susun Format Debat Capres-Cawapres

Debat Capres-Cawapres

Dua pasang capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno serta Joko Widodo-Ma’ruf Amin memberikan nomer urut peserta Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9).

Komisi Penentuan Umum (KPU) akan mengadakan lima kali debat pasangan capres-cawapres pada Pemilihan presiden 2019. KPU tengah membuat format debat dan mengidentifikasi siapapun panelis sampai moderator yang akan dilibatkan dalam debat kelak.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan menjelaskan, lima kali debat itu untuk debat pasangan capres-cawapres, debat calon presiden, serta debat calon wakil presiden. Waktu debat calon presiden, calon wakil presiden tetap akan didatangkan. Begitupun waktu debat spesial calon wakil presiden, calon presiden tetap akan ada.

“Jadi sama-sama ada semua. Lima kali gagasannya akan kita mulai di 2019. Kita juga mulai mengidentifikasi desas-desus penting, panelis-panelis serta narasumber. Jadi kelak kita akan undang beberapa pihak untuk merangkum desas-desus penting,” kata Wahyu di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (22/10/2018).

Sesudah rumor penting dirumuskan, KPU akan mengulasnya bersama dengan beberapa ahli. Beberapa perancangan itu mulai dibikin tahun ini hingga tinggal dikerjakan tahun kedepan.

“Kelak kita selenggarakan godok bersama dengan team ahli. Jadi perancangan saatnya telah, isunya telah, team ahli telah, calon panelis telah, calon moderator telah. Jadi perancangan itu telah. Cuma memang itu baru akan dikerjakan di 2019, tetapi rancangan-rancangan itu telah ada,” papar Wahyu.
Berkaitan saran debat di universitas, Wahyu menjelaskan saran itu akan didiskusikan waktu rapat pleno bersama dengan komisioner KPU yang lain. Pihaknya tetap akan mengacu pada PKPU berkaitan sembilan cara kampanye, diantaranya debat.

“Mengapa kita masih tetap berfikir debat itu dikerjakan di luar universitas? Sebab debat itu ialah satu diantara sembilan cara kampanye. Bermakna debat itu kampanye. Walau sebenarnya ada ketentuan KPU kampanye tidak dapat dikerjakan di instansi pendidikan,” terangnya.

Bila lalu audience kampanye ialah beberapa civitas akademika, Wahyu menjelaskan tidak masalah seandainya tempat debat tidak di universitas. Menurut dia makin banyak audience dilibatkan, hal tersebut akan makin baik.

“Golongan-golongan penduduk di Indonesia yang memiliki kepentingan kan banyak, ada grup profesi, pengajar, pelajar. Mahasiswa serta pelajar kan cuma salah satunya grup dari macam grup yang berada di Indonesia serta semua grup itu akan kita akomodir,” pungkas Wahyu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here