Jokowi Buka Pintu Lebar-lebar Untuk Tenaga Kerja Asing

0
1
Jokowi Buka Pintu Lebar

Jakarta, CNN Indonesia — Pemerintah menyaratkan buka pintu lebar-lebar untuk tenaga kerja asing (TKA) untuk mencari nafkah di Tanah Air. Isyarat itu tertuang dalam Ketentuan Presiden Nomor 20 Th. 2018 mengenai Pemakaian Tenaga Kerja Asing.

Satu diantara poinnya berkaitan ketidakwajiban semua TKA bekerja di Indonesia mempunyai Gagasan Pemakaian Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dari kementerian serta instansi tehnis berkaitan.

Sesuai sama pasal 10 dijelaskan kalau pemberi kerja tidak harus memberi RPTKA untuk TKA yang memegang saham serta menjabat jadi anggota direksi, pegawai diplomatik, serta beberapa jenis pekerjaan yang masih tetap diperlukan pemerintah.

Gagasannya, beberapa jenis pekerjaan yang masih tetap diperlukan pemerintah juga akan ditata kedalam Ketentuan Menteri Ketenegakerjaan sendiri.

Bila tenaga kerja asing membutuhkan RPTKA, pemerintah menanggung saat pengesahannya maksimum cuma dua hari atau lebih cepat satu hari dari ketetapan terlebih dulu, yaitu tiga hari kerja. ” Pengesahan RPTKA didapatkan dari Menteri atau petinggi yang ditunjuk paling lama dua hari mulai sejak permintaan di terima dengan komplit, ” catat Jokowi dalam beleid itu, Kamis (5/4).

Meski sekian, pemerintah mengingatkan untuk memprioritaskan tenaga kerja dalam negeri pada semuanya type jabatan yang ada.

Menteri Koordinator bagian Perekonomian Darmin Nasution mengharapkan, beleid ini dapat menghadirkan bebrapa pakar bidang ekonomi spesifik dengan gampang, yang mana bebrapa pakar itu begitu tidak sering diketemukan di Indonesia.

Dalam hal semacam ini, ia mencontohkan tenaga kerja pakar di bagian perdagangan daring (e-commerce) serta ekonomi digital sekarang ini masih tetap tidak sering berada di Indonesia. Berarti, hal semacam ini dilumrahkan. Dengan catatan, TKA berkaitan juga diberi tenaga kerja pendamping supaya terwujud transfer pengetahuan.

Ketetapan itu, lanjut Darmin, ada di pasal 27 beleid itu. Ketentuan itu menyebutkan, tenaga kerja pendamping mesti datang dari Indonesia supaya ada alih tehnologi serta alih ketrampilan.

” Bila gunakan RPTKA semuanya, ini bila dibutuhkan mendadak (tenaga kerjanya), jadi ada jalan keluarnya. Beberapa aktor usaha juga butuh tenaga kerja yang susah didapat di Indonesia, ” katanya.

Diluar itu, ia mengharapkan tak ada sekali lagi yang dirasakan tentang susahnya mempekerjakan TKA karna saat ini izinnya telah dipermudah. ” Ini memanglah lebih simpel, tapi bukanlah bermakna pengawasannya hilang, ” terang Darmin.

Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sekarang ini ada 126 ribu TKA yang berada di Indonesia per Maret 2018. Angka ini bertumbuh 69, 85 % bila dibanding tempat akhir 2016 yaitu 74. 813 orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here