Haters serta Hoax Ramai Mendekati Pemilihan presiden 2019, Lumrah atau Settingan?

Pemilihan presiden 2019, Lumrah atau Settingan

Presiden Joko Widodo serta Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Prabowo Subianto terlibat perbincangan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla waktu melihat pencak silat Asian Games 2018, Jakarta, Rabu (29/8).

Mendekati Pemilihan presiden 2019, kejadian haters serta hoax banyak muncul. Korbannya juga mengarah capres serta cawapres yang akan bertanding di pesta demokrasi lima tahunan itu, baik Joko Widodo-Ma’ruf Amin ataupun tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berita palsu bertebaran, info lama kembali muncul, ditebar seakan-akan berita baru dengan semua bumbu yang menipu.

Contohnya yang sempat membidik Jokowi yang ialah petahana. Satu tautan berita dengan judul “Astaghfirullah, Beberapa Petinggi di Masa Jokowi Sosialisasi Faedah Miras” ramai tersebar di sosial media.

Dalam berita itu, terpampang gambar Joko Widodo bersama dengan beberapa menteri serta tamu yang lain bersulang mengusung gelas semasing.

Berita itu menyampaikan kabar istana negara serta kantor-kantor menteri telah bebas menyediakan minuman mengandung alkohol yang disuplai dari minimarket paling dekat. Tercantum juga cuplikan yang datang dari Ketua Progres 98 Faizal Assegaf. Faizal dimaksud mengaku jika ada kebiasaan baru di lingkungan pemerintahan yakni kebiasaan minum miras.

“Kebiasaan mabuk alias teler berat bisa menjadi budaya baru buat petinggi negara serta hal tersebut ingin disebarkan pada rakyat,” papar Faizal dalam berita itu.

Berita itu telah terkonfirmasi hoaks. Ketua Progres 98, Faizal Assegaf yang namanya dicatut menyanggah dianya sempat memberi pengakuan seperti tercatat dalam artikel itu. Berita sama nyatanya sempat juga menyebar pada 2015 kemarin.

Berita hoax juga diarahkan ke cawapres Sandiaga Uno. Satu account Facebook bagikan satu gambar tangkapan monitor yang tampilkan satu berita dari Liputan6.com dengan judul “Sandiaga: Atlet Pribumi Kita Fisiknya Lemah, IQ-nya Rendah, Indonesia Tidak Akan Juara Asian Games 2018”.

Bersama dengan gambar itu, penulisnya menyampaikan, “Janganlah pilih orang pesimis ini jadi seseorang pemimpin. Orang pesimis ini mengejek bangsanya sendiri”.

Upload itu lalu menarik perhatian beberapa orang.

Gambar tangkapan monitor dapat dibuktikan sudah dimanipulasi dengan ganti judul berita. Ditambah lagi, font huruf dalam berita manipulasi itu tidak sama juga dengan yang dipakai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here