Dua Jenderal Satukan Kemampuan untuk Kalahkan “si Ndeso yang Plonga-Plongo”

Dua Jenderal Satukan Kemampuan

Siapa yang juga akan jadi peserta untuk turut bertanding pada Pilpres 2019 kelak, sampai saat ini masih tetap belum juga terang. Semua masih tetap kabur. Terakhir, sebagian nama memanglah telah keluar ke permukaan. Namun, dari semuanya nama yang siap bertanding baik jadi capres ataupun jadi cawapres belumlah ada satu juga yang penuhi kriteria.

Cuma Jokowi, yang disebut calon petahana, yang kepastiannya telah nyaris 100 % juga akan ikut berlaga. Sekarang ini, Jokowi sudah didukung dari lima partai politik di parlemen yang jumlah kursinya lebih dari separuh jumlah kursi di Senayan, ditambah sekali lagi tiga partai baru : PSI, PKPI, serta Partai Perindo.

Beberapa nama beda diluar Jokowi, yang sampai kini didengung-dengungkan juga akan ikut menyemarakkan perhelatan Pilpres th. depan, sampai sekarang ini belumlah ada yang penuhi presidential threshold, yaitu 20 % jumlah kursi di DPR, atau 25 % jumlah nada nasional. Semua tetap dalam step penjejakan koalisi.

Gatot Nurmantyo, bekas Panglima TNI itu, umpamanya. Cuma berselang sebagian waktu dia pensiun dari dunia kemiliteran, beberapa simpatisannya selekasnya mendeklarasikannya jadi calon presiden. Gatot juga tidak menampik. Dalam beragam peluang, dia malah ngotot menginginkan turut bertanding pada penentuan yang juga akan dikerjakan April th. depan.

Sampai sekarang ini belumlah ada satu juga partai yang tertarik mengusung jenderal bintang empat itu. Demikian halnya yang beda. Sebutlah Abraham Samad, bekas Ketua KPK, Tuan Guru Bajang, Yusril Ihza Mahendra, atau Rhoma Irama, ketua partai yg tidak lolos verifikasi di KPU itu, setali tiga uang dengan Gatot Nurmantyo, belumlah ada perahu yang juga akan mengusung.

Bahkan juga dua nama yang sekarang ini cukup popular serta mempunyai tingkat elektabilitas teratas sesudah Jokowi, yang berpeluang besar melawan Jokowi pada Pilpres kelak : dari poros ke-2, Prabowo serta satu sekali lagi dari poros ke-3 (poros Susilo Bambang Yudhoyono), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), belum terhitung aman.

Prabowo Subianto dengan partai yang di pimpinnya, Partai Gerindra, sampai saat ini belum juga sukses merajut satu kesepakatan koalisi dengan satu diantara partai yang masih tetap tersisa. Bahkan juga dengan PKS, yang telah seperti saudara kandung untuk Gerindra, belum juga sukses menjangkau titik temu. Belumlah ada perjanjian berkaitan jatah cawapres yang di tawarkan PKS.

Sesudah nyaris dua bln. saat Prabowo resmi menyebutkan kesiapannya untuk diusung kembali jadi capres pada Pilpres 2019 kelak, kelihatannya belumlah ada titik jelas ke mana arah koalisi yang juga akan mereka bangun. Sesaat di bagian beda, beberapa pendukungnya telah repot dengan pergerakan #2019GantiPresiden, serta beberapa gerakan aneh yang lain.

Karena perjanjian untuk berkoalisi dengan partai beda belum terwujud, mereka yang tergabung di kubu Prabowo terlihat cemas serta kalap. Sampai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno, diutus untuk menjejaki hubungan kerja dengan pihak SBY. Sandiaga Uno menjumpai Ketua Kogasma Partai Demokrat, AHY.

Untuk apa Sandiaga Uno serta AHY berjumpa? Tentunya membahas koalisi untuk hadapi perhelatan Pilpres th. depan. Tidak mungkinlah keduanya membahas usaha martabak, usaha katering, pisang nugget, atau usaha mebel. Karna AHY tidak tengah menekuni dunia usaha. Itu dunianya anak-anak Jokowi.

Sesudah pertemuannya dengan putra sulung SBY itu, Sandiaga mengharapkan juga akan ada pertemuan antarpucuk pimpinan, pertemuan SBY serta Prabowo. Serta kelihatannya, kesempatan pertemuan ke-2 bekas jenderal TNI-AD itu begitu terbuka lebar. Pernyataan sebagian elite ke-2 partai itu, terlihat mensupport terjadinya koalisi Demokrat-Gerindra.

Prabowo mungkin saja sadar benar, jika bertanding sendiri hadapi si Ndeso yang mereka sebut plonga-plongo itu, dia akan tidak mampu. Pertahanan Prabowo tidak sekuat pertahanan yang dibuat oleh Jokowi sekarang ini. Oleh karena itu, sukai atau tidak sukai, Prabowo mesti menaikkan kemampuan untuk menaklukkan Jokowi.

Pengalaman Prabowo didunia militer sepanjang berpuluh th., dan bintang tiga yang menempel di pundaknya, sebelumnya dia resmi diberhentikan, tidak serta-merta membuatnya dapat mengalahkan Jokowi si kurus kerempeng itu. Jokowi mempunyai segudang “amunisi” yg tidak terdeteksi oleh kubu Prabowo yang setiap saat siap “ditembakkan. ”

Di bagian beda, SBY, purnawirawan jenderal bintang empat itu, juga kelihatannya kebelet berkuasa. Peluang yang didapatkan oleh rakyat Indonesia padanya untuk berkuasa sepanjang 10 th., kelihatannya masih tetap kurang lama baginya. Dia lantas memoles anaknya, yang sempat kalah di Pilkada DKI Jakarta itu, untuk jadi penerusnya.

SBY lantas membuat citra diri anaknya dengan beranjangsana ke beragam daerah di Indonesia. Beragam kota telah dijalaninya. Serta dapat dibuktikan, sesudah sebagian lama AHY memerankan kebiasaan barunya itu, beragam instansi survey meletakkannya jadi satu diantara cawapres yang paling mungkin. Untuk masalah citra diri, SBY memanglah ahlinya.

Di account twitternya, sekian waktu paling akhir, SBY juga sering menyerang Jokowi dengan beragam kritikan-kritikannya. Bahkan juga cuitannya untuk menyebutkan ketidaksetujuan serta ketidaksepahamannya pada beragam kebijakan pembangunan yang dikerjakan oleh Jokowi ditweet dengan berseri. Bersambung, seperti sinetron.

Hasrat SBY kembali berkuasa, di tangkap Prabowo jadi kesempatan. Hingga terjadi pertemuan yang dikerjakan oleh Sandiaga serta AHY itu. SBY yang terlebih dulu malas berkoalisi dengan Prabowo, kelihatannya untuk kesempatan ini tidak. SBY terlihat sepakat dengan saran koalisi itu. Serta beredar berita, AHY juga akan didorong jadi cawapres Prabowo.

Klop. Dua jenderal juga akan menjadikan satu kemampuan untuk hadapi Jokowi si Ndeso yang plonga-plongo itu. Apakah Jokowi takut pada serangan dua jenderal itu? Sekalipun tidak. Jokowi jadi menyongsong positif koalisi Demokrat-Gerindra itu. Dengan enjoy Jokowi berkata, “Saya sangka baik untuk negara, begitu bagus. ” Bagus kali bah, presidenku ini…!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here