Dicecar Masalah Alexis, Anies Gubernur Santun, Mendadak Histeris! Begini Bunyinya…

Anies Gubernur Santun

Mengedar surat edaran yang mempunyai kop dari unit kepolisian Pamong Praja dengan kata lain Satpol PP DKI Jakarta pada aparat kepolisian. Dalam surat itu, ada info kalau Satpol PP DKI Jakarta juga akan tutup aktivitas usaha Alexis pada hari ini, Kamis 22 Maret 2018.

Loh? Tidakkah Alexis telah ditutup th. lantas? Kok ditutup sekali lagi? Ini jadi satu pertanyaan yang di tanyakan wartawan pada Anies, si gubernur santun itu. Tetapi mendadak Anies membentak serta berkata dengan suara tinggi pada beberapa wartawan.

Terlebih dulu kita sudah mengetahui kalau Anies ini populer dengan orang yang sabar. Kesabarannya dapat dibuktikan dengan menjawab dengan perlahan-lahan, juga akan pertanyaan-pertanyaan yang digempur oleh Najwa Shihab dalam acara mata Najwa.

Saya telah menuliskan artikel mengenai Anies yang demikian kerepotan serta stress saat mesti menjawab pertanyaan Najwa yang berkali-kali.

Anies yang di kenal sabar, nyatanya mesti menjerit histeris saat di tanya pada beberapa wartawan yang ada. Kenapa ia dapat menjerit saat di tanya tentang surat penutupan Fourplay yang menyebar itu? Apakah surat itu yaitu surat rahasia negara, yg tidak bisa di ketahui umum? Kok jadi berkesan main belakang?

Sesungguhnya semuanya berawal dari tersebarnya surat edaran untuk Satpol PP tutup tempat yang disangka berlangsung pelanggarannya. Tetapi disangka praktek prostitusi kembali berlangsung di empat karaoke yang bernama Fourplay.

Pada akhirnya situasi dimuka Hotel Alexis, pademangan terpantau sepi serta seperti umum. Lengangnya situasi itu, buat kita bertanya-tanya. Walau sebenarnya terlebih dulu telah ada mobil Satpol PP yang pernah kesana.

Dalam surat edaran, Satpol PP diperintahkan untuk tutup aktivitas usaha Alexis. Kok aneh? Bagaimana asumsinya Alexis yang telah ditutup oleh Anies sebagian bln. waktu lalu, ditutup sekali lagi? Lalu bermakna penutupan terlebih dulu yaitu penutupan abal-abal dong? Gubernur kok abal-abal? Nyatanya “betul kan yang saya katakan! ” Kalau penutupan Alexis tidak tutup praktek prostitusi! Jadi gubernur itu mesti terbuka, Bung! Open kimono gitu loh! Kenapa jadi menjerit-jerit histeris sesuai sama itu?

Di konfirmasi ditempat beda, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menyebutkan kalau penutupan Alexis dipending. Karna pihak Pemprov DKI Jakarta serta pihak kepolisian belum juga bekerjasama berkaitan penutupan tempat hiburan itu. Memanglah gubernur tidak bener. Surat telah mengedar, tapi belumlah ada koordinasi. Gubernur Anies ini kerjanya ngapain sich? Diet?

” Karna belumlah ada rapat koordinasi terkait dengan giat juga akan lakukan penutupan jadi proses ditunda… Memanglah benar ada surat dari Satpol PP Pemprov ke Polda Metro Jaya untuk memohon pertolongan personel polri dalam rencana penutupan Alexis… Barusan Jam 15. 00 WIB telah dikerjakan apel di Kelurahan Ancol. Tapi giat kita kerjakan sesudah rapat koordinasi, ” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

Pada akhirnya sesudah wartawan ajukan pertanyaan pada Satpol PP serta kepolisian, jawaban makin mengambang. Jadi hal yang paling logis selanjutnya yaitu ajukan pertanyaan pada Anies, sang gubernur yang sempat tutup Alexis serta dibangga-banggakan oleh kaumnya.

Anies jadi dengan fiktifnya menyebutkan…

“Penutupan apa? Memanglah ada penutupan? TANYA SAJA SAMA WAKILNYA! NANTI WAKILNYA SAYA KASIH PERINGATAN! TANYA SAMA DIA! JANGAN TANYA SAMA SAYA! ”, demikianlah bunyi jeritan histeris Anies yang disampaikan dengan suara tinggi.

Tetapi nyatanya suara tinggi itu cuma seperti tong kosong yang nyaring bunyinya. Makin hari, dianya makin tertekan karna tidak becus mengurusi Jakarta, serta kurang bijak untuk menjawab pertanyaan wartawan.

Dianya makin tertular dampak Prabowo yang menyukai meledak-ledak. Anies yang santun, bukanlah sekali lagi Anies yang dahulu. Anies yang pernah santun, saat ini telah serupa Prabowo. Dengan suara tingginya, ia berfikir dapat mengatur kota. Tetapi suara tingginya, cuma tunjukkan dianya makin stress serta tertekan.

Anies makin tidak berdaya, saat jepitan dari kaumnya sendiri mulai buat dianya sesak nafas. Pikirkan saja, orang yang sempat mendukungnya, jadi membakar fotonya yang ditempatkan di sarang burung.

Saya jadi kasihan sama Anies. Hidupnya makin serupa dengan Prabowo. Dipenuhi dengan kegagalan serta ketidakberdayaan atas suatu hal yang dipercayakan pada dianya. Selamat datang Nies.

Benar kan yang saya katakan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here