Debat Capres 17 Februari Diprediksi Bakal Saling Serang

JAKARTA – Debat Capres ke-2 yang akan diadakan pada tanggal 17 Februari 2019, banyak yang menilai bahwa pada debat tersebut akan lebih berkualitas lagi dari pada sebelumnya. Hal ini dikarenakan pada debat capres yang pertama, kisi-kisi yang diberikan sebelumnya kini telah ditiadakan.
“Dengan telah diatiadakannya kisi-kisi soal maka pada Debat Capres kedua ini telah diprediksikan bahwa akan sangat seru sekali. Benar sekali bahwa Pangan akan menarik sekali jika akan diungkit kembali terhadap masalah impor 2 juta beras. Menurut saya sendiri nantinya kubu dari Jokowi akan diunggulkan pada sektor infrastruktur begitu juga dengan segmen SDA,” ucap dari Pengamat Politik Indonesia Public Institute (IPI) Jerry Massie, pada memberikan penjelasannya tentang Debat Capres, Rabu 13 Februari 2019.
Alasan kenapa Jerry mengatakan hal tersebut karena kubu bertahan mampu membangun 3.432 km Jalan Nasional dan 941 Km Jalan Tol. Tak hanya itu saja, dibawah kepemimpinan Jokowi sekarang ini pemerintahan telah menguasai 51 persen Saham Freeport.
“Sekarang sih tinggal bagaimana cara sang pertahanan menjabarkan semua itu nantinya. Menurut saya jika hal ini disentuh oleh kubu Prabowo maka sudah dipastikan  keuntungan akan berpihak kepada kubu Jokowi,”lanjutnya.
https://liga388.com/daftar-2/
Menurut Jerry Massie sendiri bahwa kubu dari Prabowo pasti akan memberikan pertanyaan terkaik soal kemahalan tarif dari jalan tol tersebut. Sebab, Pada Asia Tenggara bahkan Asia, jalan tol yang ada di negara Indonesia termasuk kedalam salah satu pembayaran tarif termahal dengan rata-rata tarif pada tiap jalan tol di Indonesia berkisar Rp 1.300 sampai dengan Rp 1.500/km.
“Seperti yang telah banyak diketahui oleh orang-orang bahwa negara tetangga, seperti singapura hanya memberikan tarif sebesar Rp 778/km, Malaysia dengan tarif Rp 492/km, Thailand berkisar dengan tarif Rp 440/km, Vietnam dengan kisaran Rp 1.200/km, dan yang terakhir Filipina dengan kisaran harga Rp 1.050/km,”tuturnya.
Jerry Massie juga memberikan saran agar pada debat Capres ke-2 nantinya akan dibahas tentang keterkaitan dengan lahan pertanian yang sekarang ini semakin sempit, yakni hanya tersisa 7,1 juta hektare saja. “Bagaimana dengan Government policy [kebijakan pemerintahan] nantinya? Biar kami semua bisa mensurvei beras nantinya,” tambahnya.
Jerry juga mengigatkan kembali bahwa lahan pertanian yang ada di Indonesia sangat luas sekali pada tahun 2016 lalu. Bahkan ia memperjelas bahwa pada tahun itu Indonesia mempunyai lahan pertanian mencapai 8,19 juta hektare, yang terdiri dari 4,78 juta ha yang merupakan sawah irigrasi dan 3,4 juta ha nin irigrasi.
“Sekarang ini yang saya percayai adalah publik telah menantikan strategi dari kedua capres yang mana diantaranya akan membawa Indonesia menjadi swasembada pangan seperti pada tahun 1984 silam. Nah jadi pada debat kedua ini akan menjadi sebuah solusi yang akan langsung didengar oleh publik bahwa siapakah yang benar-benar akan membawa Indonesia kepada zaman seperti itu lagi.”tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here