Asa PDIP Dulang Suara di Sumut untuk Kemenangan Pilpres 2019

Asa PDIP Dulang Suara di Sumut

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (dua kiri) terhubung workshop mengenai peta rawan bencana Indonesia di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (13/12). Hasto memberikan pesan Ketum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri di dalam workshop tersebut.

Di hari ke dua safari politik kebangsaan III, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengunjungi tiga kota. Di antaranya Medan, Langkat, dan Binjai.

Dari laporan masing-masing pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC), selagi konsolidasi kemenangan Pileg dan Pilpres untuk di Medan ditargetkan 55 prosen suara untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Angka ini serupa dengan di Langkat. Sementara itu, Binjai sendiri menaruh angka 60 persen.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, yang memimpin jalannya konsolidasi tersebut, meyakini asa untuk mengukir peristiwa bagi partainya terbuka lebar. Salah satu caranya, bergerak secara progresif berasal dari pintu satu ke pintu lainnya.

“Kami optimistis bahwa gerakan door to door dapat ditunaikan dengan baik. Semua dengan kepercayaan politik, seluruh dengan stimulan juang,” kata Hasto di Langkat, Sumatera Utara, Sabtu 15 Desember 2018.

Dia menuturkan, hal yang menyebabkan langkah perjuangan kader-kader banteng bermoncong putih itu, adalah bukan sekadar memperjuangkan Jokowi ataupun Ma’ruf Amin.

“Yang kita perjuangkan lebih berasal dari 97 juta rakyat yang telah terima Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat. Seluruh desa-desa telag terima dana desa, bahkan dana Kelurahan dapat diberikan,” menyadari Hasto.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (dua kiri) terhubung workshop peta rawan bencana Indonesia di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (13/12). Hasto menyebut Ketum DPP PDIP Megawati menghendaki ada peringatan dini atau early warning.

Menurut dia, perjuangan ini senafas dengan cita-cita Jokowi berasal dari awal. Membangun berasal dari pinggiran, peranan menghilangkan disparitas antardaerah.

“Itulah yang kita perjuangkan. Membangun berasal dari pinggiran. Agar kemakmuran untuk seluruh betul-betul bisa diciptakan,” ungkap Hasto.

Dia pun mengingatkan bagaimana kemenangan yang diraih partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu, di tahun 2014 bukan perkara mudah. Semuanya dibutuhkan kerja keras.

“Kita menang pada pada tahun 2014 sebab kerja keras kita. Karena kita tahan 10 tahun berada di luar Pemerintahan, sebab kita percaya kekuatan kita, kekuatan yang berdikari. Itulah kepercayaan dengan PDI Perjuangan. Untuk itu, dengan kepercayaan itu, kita tetap setia pada jalur Pancasila,” pungkas Hasto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here