91 Anggota KPPS Meninggal, JK Ingin Pemilu Serentak 2019 Harus Segera Dievaluasikan

Pemilu Serentak 2019

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memberikan penilaiannya terhadap pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 yang dimana pemilihan ini menggabungankan antara pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang harus segera dilakukan evaluasi. Alasannya, sudah puluhan anggota TPS yang telah menjadi korban dan juga sudah ada yang meninggal dunia dikarena mereka mengalami kelelahan untuk menanggung beban kerja pada Pemilu Serentak 2019 ini.

JK mengatakan bahwa beratnya beban kerja yang harus dipikul oleh KPPS telah ditakuti sejak awal ketika ingin melakukan operasi Pemilu Serentak 2019 ini. Ternyata, memang banyak sekali korban yang berjatuhan akibat operasi tersebut. Dia juga mengatakan bahwa Pemilu Serentak 2019 merupakan sebuah operasi yang paling rumit.

“Hal inilah yang kami khawatirkan sejak awal Pemilu Serentak 2019 dijalankan dan juga ini merupakan pemilu yang paling rumit sekali. Bahkan yang tak terduga adalah terdapat korban yang berjatuhan, baik di pada kalangan KPPS maupun di pada kepolisian juga terdapat adanya korban yang berjatuhan,” ucap JK sesudah bertemu dengan sejumlah pemimpin organisasi Islam di kediaman resminya, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin 22 April 2019 malam hari.

91 Anggota KPPS Meninggal

JK juga mengatakan bahwa pemilihan serentak harus segera untuk dievaluasi sehingga kedepannya tidak akan ada lagi korban yang berjatuhan. Sejalan dengan itu, ia juga menyerukan agar pemilihan calon legislatif diselenggarakan secara tertutup oleh partai politik. Jadi, masyarakat hanya memilih partai dan partai itu sendiri nantinya yang akan menentukan calengnya sendiri yang pas.

“Tentu saja harus segera dievaluasi walaupun harus menggunakan sebuah cara yang keras. Salah satu hasil evaluasi nantinya adalah dapat dipisahkannya antara pemilihan presiden dan pemilihan legislatif sehingga bebannya yang akan diterima oleh petugas yang mengurusnya tidak akan terasa berat, termasuk calon legislatif yang harus dilakukan secara tertutup. Pilihlah satu partai saja, jadi dengan demikian tidak ada terjadinya sebuah hal yang rumit ketika dalam melakukan sebuah perhitungan,” jelas JK.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, juga memberikan sebuah pernyataan bahwa jumlah anggota KPPS yang meninggal sudah mencapai angka 91 orang. Sementara itu sebanyak 374 orang lainnya dilaporkan jatuh sakit dalam berbagai macam keadaan. Jumlah ini masih dinamis karena laporan dari daerah muncul terus bermunculan. Yang ditakutkan adalah korban akan semakin bertambah banyak dan ini

tentunya bukan sebuah hal yang bagus.
JK berharap agar masalah ini cepat diselesaikan agar korban tidak bertambah lagi dan semua anggota yang masih jatuh sakit bisa segera sembuh. 91 orang yang telah meninggal juga harus diingat jasanya karena jasa yang diberikan oleh mereka semua sangatlah penting, jadi supaya untuk tidak bertambahnya korban, maka segera mungkin untuk menyelesaikan masalah tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here